Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Klasemen Liga Inggris
No Klub P M SG
1 Manchester United 70 29 73-27
2 Manchester City 69 29 71-21
3 Arsenal 55 29 58-39
4 Tottenham Hotspur 54 29 53-35
5 Chelsea 49 29 49-34
6 Newcastle United 47 29 41-41
7 Liverpool 42 29 35-29
8 Swansea City 39 29 34-34
9 Sunderland 37 29 36-33
10 Everton 37 29 28-32
Klasemen Liga Italia
No Klub P M SG
1 Milan 60 28 57-22
2 Juventus 56 28 44-17
3 Lazio 48 28 42-34
4 Napoli 47 28 52-30
5 Udinese 47 28 39-26
6 Roma 44 28 41-33
7 Internazionale 41 28 38-36
8 Catania 41 28 36-35
9 Bologna 36 28 31-33
10 Palermo 35 28 40-45
Klasemen Liga Spanyol
No Klub P M SG
1 Real Madrid 72 28 90-25
2 Barcelona 66 28 82-22
3 Valencia 47 28 44-33
4 Levante 44 28 41-38
5 M�laga 41 27 38-38
6 Osasuna 40 28 32-41
7 Atl�tico Madrid 39 28 39-34
8 Espanyol 39 27 35-36
9 Athletic Club 37 28 43-39
10 Rayo Vallecano 37 27 40-43
Klasemen Liga Jerman
No Klub P M SG
1 Borussia Dortmund 59 26 53-16
2 Bayern M�nchen 54 26 64-17
3 Borussia M'gla… 51 26 39-16
4 Schalke 04 50 26 58-34
5 Bayer Leverkusen 40 26 39-34
6 Werder Bremen 39 26 40-39
7 Hannover 96 38 26 34-36
8 Stuttgart 36 26 43-34
9 Wolfsburg 34 26 34-47
10 N�rnberg 31 26 25-37
Klasemen Liga Perancis
No Klub P M SG
1 PSG 59 28 52-29
2 Montpellier 57 28 52-27
3 Lille 50 28 50-31
4 Toulouse 47 28 30-24
5 Olympique Lyon 46 28 44-35
6 Saint-�tienne 46 28 35-30
7 Stade Rennes 44 28 37-32
8 Bordeaux 40 28 34-31
9 Olympique Mars… 39 28 35-29
10 Evian TG 36 28 41-40
Klasemen Liga Belanda
No Klub P M SG
1 AZ 53 26 53-25
2 Ajax 52 26 68-33
3 Twente 51 26 68-31
4 PSV 51 26 68-38
5 Feyenoord 48 26 51-32
6 Heerenveen 48 26 57-41
7 Vitesse 41 26 34-29
8 RKC Waalwijk 34 26 28-38
9 Roda JC 34 26 44-56
10 NEC 33 26 30-35
Klasemen Liga Indonesia
No Klub P M SG
1 Semen 46 22 46-21
2 Persebaya 38 22 31-23
3 Arema 37 22 42-26
4 Persibo 36 22 30-24
5 Persiba Bantul 35 22 27-23
6 PSM 34 22 29-26
7 Persema 34 22 32-32
8 Persiraja 32 22 27-30
9 Persija 28 22 38-34
10 Persijap 17 22 18-38

Berita Liga Champions 2010

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

Presiden FIFA Terima Pengurus PSSI


Presiden FIFA Sepp Blatter telah menerima delegasi pengurus PSSI di Hotel Ritz Carlton, Tokyo, Jepang, Kamis (13/12/2012) pagi waktu setempat. Upaya pengurus PSSI menemui para pejabat FIFA itu dimaksudkan untuk berusaha menghindarkan Indonesia dari sanksi pembekuan FIFA terkait konflik sepak bola di Tanah Air.

Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal PSSI Halim Mahfudz dalam pesan layanan singkat kepada Kompas, Kamis siang. Halim menyebutkan, selain Blatter, pejabat FIFA yang ditemui pengurus PSSI adalah Sekjen Jerome Valcke dan Direktur Asosiasi Thierry Regenass.

"Pertemuan berlangsung akrab di Hotel Ritz Carlton, markas FIFA selama rapat Exco di Tokyo," kata Halim.

Dalam kesempatan tersebut, pengurus PSSI menyampaikan laporan perkembangan terakhir sepak bola di Indonesia. "Laporan tersebut diterima dan dipahami dengan baik (termasuk) tentang kongres terakhir dan kehadiran peserta Solo," lanjut Halim.

"FIFA juga mendengar rencana pembentukan task force yang sebenarnya tak perlu. FIFA mengingatkan pembentukan task force bisa dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah," ujar Halim.

Beberapa waktu lalu, FIFA mengingatkan kemungkinan adanya sanksi bagi Indonesia terkait konflik para elite sepak bola yang tidak kunjung berakhir. Awal pekan ini, berlangsung dua kongres, yakni Kongres Luar Biasa PSSI di Palangkaraya dan Kongres Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Jakarta.

Pemerintah merespons situasi tersebut dengan membentuk satuan gugus tugas (task force) yang diketuai Ketua Komite Olimpiade Indonesia Rita Subowo. Terkait kasus Indonesia, FIFA diperkirakan akan mengambil keputusan dalam sidang Komite Eksekutif di Tokyo, Jumat besok

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

Hindari Sanksi FIFA, Pemerintah Bentuk Tim Khusus


Pelaksana tugas (Plt) Menpora Agung Laksono membentuk tim khusus bernama gugus tugas yang akan berupaya melakukan lobi kepada FIFA untuk menghindari jatuhnya sanksi terhadap PSSI.

Tim ini terdiri dari lima orang yang dipimpin Ketua Umum KOI Rita Subowo, dan beranggotakan Ketua Umum KONI Toni Suratman, Mantan Ketum PSSI Agum Gumelar, Sesmenpora Yulia Mimpuni, dan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Joko Pekik.

"Tim ini bertugas untuk konsultasi dengan FIFA dalam upaya untuk mengindari sanksi," kata Agung Laksono usai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhyoyono di Kuta, Bali, Rabu (12/12/2012). "Tim ini juga diberi tugas mengadakan konsultasi dengan FIFA dan AFC mengenai kemungkinan Pemerintah menggunakan wewenangnya jika dipandang merugikan Negara seusai Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional," imbuhnya.

Pemerintah sendiri sejauh ini sangat berhati-hati mengambil langkah untuk menyelesaikan kemelut di PSSI mengingat FIFA memiliki aturan ketat yang melarang campur tangan negara terhadap federasi sepakbola di negara tersebut. Jika upaya konsultasi tersebut tidak membuahkan hasil, tim ini akan membahas langkah-langkah antisipasi yang dilakukan pasca jatuhnya sanksi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

Plt Menpora: FIFA Sudah Siapkan Draf Sanksi


(Plt) Menpora Agung Laksono mengaku mendapat informasi bahwa induk olahraga sepak bola dunia FIFA sudah menyiapkan draf sanksi untuk PSSI. Namun, ia tak membeberkan lebih banyak terkait "bocoran" yang diterimanya itu.

"Saya mendengar FIFA sudah membuat draf sanksi, tetapi belum ditandatangani," kata Agung Laksono seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kuta, Bali, Rabu (12/12/2012). "FIFA benar-benar serius terhadap ancaman tersebut," sambung Agung.

FIFA selama ini telah beberapa kali memberi ancaman dan masih memberi kesempatan kepada PSSI untuk dapat memperbaiki diri. Namun, sayangnya, kemurahan hati FIFA tersebut tak dimanfaatkan dan kondisi sepakbola nasional justru semakin runyam dengan konflik antara PSSI dan KPSI yang tak berujung.

Pemerintah yang berupaya mengatasi kemelut di tubuh PSSI telah mencari berbagai solusi. Terakhir, pemerintah membentuk task force. Menurut Agung, pemerintah pun akan mengambil langkah-langkah antisipasi jika nantinya PSSI dijatuhi sanksi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

SBY Tanyakan soal Sanksi FIFA


Ancaman sanksi dari FIFA yang kini menghantui PSSI juga menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pelaksana tugas (Plt) Menpora Agung Laksono mengatakan, Presiden SBY sampai menanyakan sanksi terburuk yang akan diterima PSSI akibat kekisruhan yang terjadi selama 2 tahun terakhir.
"Pak SBY menanyakan yang paling buruk gimana Pak? Saya katakan, 'Ya dipecat'," ujar Agung Laksono seusai mendampingi Presiden SBY di Kuta, Bali, Rabu (12/12/2012).
Melihat situasi yang semakin dekat dengan sanksi FIFA, Menpora selalu melaporkan kepada Presiden SBY terkait upaya-upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk menghindari sanksi.
"Pesan beliau, masyarakat jangan sampai tidak mengetahui bahwa pemerintah telah berusaha menyelesaikan kemelut di PSSI," ujar Agung.
Pemerintah tidak berharap terjadinya sanksi karena akan merugikan sepak bola nasional. Pemerintah melalui Kemenpora telah berupaya sejauh mungkin, tetapi tetap dibatasi ruang geraknya oleh FIFA yang memiliki aturan pemerintah tidak boleh intervensi terhadap federasi sepak bola di negaranya.
Terakhir, Menpora telah membentuk task force yang berupaya mempertemukan dua pihak yang memicu kisruh di tubuh PSSI.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

FIFA: PSSI-KPSI Harus Sadar


Wakil Ketua FIFA Prince Ali bin Al Hussein menyayangkan terjadinya berbagai konflik dalam sepak bola Indonesia. Menurutnya, jika sanksi FIFA benar dijatuhkan, maka PSSI dan KPSI yang selama ini terus berseteru pantas disalahkan.

Sepak bola Indonesia saat ini tengah menunggu reaksi FIFA terkait kembali adanya ancaman sanksi. Hal itu tertuang dalam surat FIFA tertanggal 26 November mengenai penyelesaian dualisme kompetisi maupun kepengurusan organisasi sepak bola Indonesia.

FIFA memberi tenggat waktu kepada Indonesia hingga 10 Desember untuk menyelesaikan berbagai masalah itu. Bila gagal, Federasi Sepak Bola Dunia itu akan mengeluarkan sanksi saat menggelar pertemuan di Tokyo, Jumat (14/12/2012).

"Saya sudah melihat betapa pentingnya sepak bola bagi masyarakat Indonesia dan permasalahan ini harus segera dituntaskan. Anda tidak bisa mempunyai dua liga di satu negara. Hal tersebut adalah isu fundamental yang harus diakhiri," ujar Prince Ali kepada Reuters seperti dilansir Euronews.

PSSI sendiri sudah menggelar Kongres Luar Biasa di Palangkaraya, Senin (10/12/2012). KLB yang berlangsung selama 30 menit itu memutuskan untuk membatalkan MoU dengan KPSI dan membubarkan Joint Committee (JC). Hasil kongres nantinya akan dibawa wakil FIFA dan AFC tersebut ke rapat Komite Eksekutif FIFA di Tokyo.

Namun, salah satu yang dapat membuat FIFA menilai sepak bola Indonesia gagal menyelesaikan konflik karena KPSI juga melakukan kongres tandingan pada hari yang sama di Jakarta. Artinya, kisruh sepak bola ini makin rumit dan jauh dari akhir yang mampu menyelesaikan persoalan.

Prince Ali mengatakan, pihaknya sudah mencoba cara terbaik melalui pembentukan tim Task Force AFC beberapa waktu lalu. Akan tetapi, kedua kubu tersebut tetap tidak mempunyai niat untuk berdamai sehingga konflik dan perpecahan sepak bola Indonesia belum berakhir.

"Semua stakeholders di sepak bola Indonesia harus menyadari, jika mereka ingin melayani masyarakat, maka mereka harus menyelesaikan perbedaan. Kami akan membahas situasi ini di Tokyo saat rapat Exco," tegas Prince Ali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments

FIFA: Kematian Diego Buntut Konflik PSSI


Wakil Ketua FIFA, Prince Ali bin Al Hussein, menilai konflik sepak bola Indonesia harus segera diakhiri. Menurutnya, jika tidak, sepak bola Indonesia akan terus dirundung masalah, seperti peristiwa teranyar, yakni tragedi kematian pemain Persis Solo, Diego Mendieta.
Mendieta meninggal karena sakit dalam usia 32 tahun di Rumah Sakit Dr Moewardi, Selasa (4/12/2012). Salah satu penyebab meninggalnya pemain asal Paraguay itu terjadi karena tidak memiliki uang untuk biaya pengobatan karena gajinya belum dibayar klubnya.
PSSI dan KPSI dinilai bertanggung jawab karena terjadi insiden memalukan itu. Kedua kubu tersebut dinilai lebih sibuk mengurusi masalah organisasi daripada membenahi persoalan finansial dan menangani secara profesional sejumlah klub sepak bola Indonesia.
"Tragedi memilukan dengan meninggalnya pemain ini (Diego Mendieta) sebagai contoh mengapa permasalahan ini harus diselesaikan segera," ujar Prince Ali kepada Reuters seperti dilansir Euronews.
"Semua stakeholders sekarang harus melakukannya dengan sangat serius. Sejujurnya, satu-satunya yang paling menderita dari situasi ini adalah orang-orang yang sangat mencintai olahraga ini," tegasnya kemudian.
Seperti ditegaskan FIFA dalam suratnya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga, 26 November 2012, kekisruhan sepak bola Indonesia akan menjadi salah satu agenda sidang Komite Eksekutif FIFA. Salah satu kemungkinan, akan diputuskan sanksi jika PSSI dianggap gagal menuntaskan konflik sepak bola Indonesia.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
0Comments